Sabtu, 26 Maret 2016

Tulisan_2SS_Perekonomian Indonesia



EKONOMI PEMBANGUNAN
 


Studi terkait ekonomi pembangunan kembali mencuat pasca perang Dunia II. Upaya negara-negara berkembang untuk mengejar ketertinggalan dalam bidang ekonomi dengan negara-negara yang maju kembali lagi bergairah. Di lain pihak, pada dekade awal abad ke-20an, negara-negara maju mulai menaruh perhatiannya kepada permasalahan bagaimana mengatasi persoalan keterbelakangan (kemiskinan, pengangguran taraf hidup rendah dan berbagai ketimpangan) yang kebanyakan dialami oleh negara-negara sedang berkembang (NSB) – dalam konteks ekonomi dan non-ekonomi – dengan berbagai motif dan kepentingannya.

Ekonomi pembangunan (economics of development) merupakan ilmu ekonomi yang mempelajari transformasi struktural dan kelembagaan dari seluruh masyarakat yang pada hakekatnya akan menghasilkan kemajuan ekonomi secara efisien bagi sebagian besar penduduk, atau dapat didefinisikan sebagai ilmu yang memperlajari pembangunan ekonomi.

Pembangunan ekonomi (economic development) sendiri memiliki sejumlah definisi. Namun, dalam konteks kekinian, Pembangunan Ekonomi dapat didefinisikan sebagai sebuah proses /perubahan yang terus menerus dan usaha untuk memperbesar atau meningkatkan pendapatan per kapita penduduk suatu negara dalam jangka panjang yang disertai dengan perbaikan sistem kelembagaan. Sistem kelembagaan ini bisa ditinjau dari 2 aspek yaitu aspek perbaikan di bidang organisasi (institusi) dan perbaikan di bidang regulasi (baik legal formal maupun informal). Pembangunan ekonomi harus dipandang sebagai sebuah proses multidimensional yang mencakup berbagai perubahan mendasar atas struktur sosial, sikap masyarakat, dan institusi-institusi nasional, disamping tentunya tetap mengejar percepatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketidakadilan dan penghapusan kemiskinan absolut. Pembangunan ekonomi bertujuan sebagai sebuah usaha untuk mengurangi atau menghapus kemiskinan, ketimpangan dalam distribusi pendapatan dan pengangguran secara menyeluruh

Berdasarkan pada definisi tersebut diatas, setidaknya terdapat empat unsur dalam pembangunan ekonomi. (1) Pembangunan ekonomi sebagai suatu proses berarti perubahan yang terus-menerus yang didalamnya telah mengandung unsur-unsur kekuatan sendiri untuk investasi baru; (2) Usaha untuk menaikkan pendapatan per kapita; (3) Berlangsung dalam jangka panjang; dan (4) Perbaikan sistem kelembagaan di segala bidang. Salah satu konsep yang tak kalah pentingnya dalam Ekonomi Pembangunan adalah Pertumbuhan Ekonomi (economic growth). Konsep ini menekankan pada proses peningkatan produksi barang dan jasa dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Pertumbuhan ini ditandai dengan kenaikan GNP atau GDP dari waktu ke waktu tanpa memperhatikan apakah terjadi perubahan dalam struktur ekonomi atau tidak. Konsep ini lebih dikenal di negara maju, sedangkan pembangunan ekonomi lebih dikenal di negara berkembang.

Pertumbuhan Ekonomi tidak sama dengan pembangunan Ekonomi. Pada umumnya pembangunan selalu dibarengi dengan pertumbuhan, tetapi pertumbuhan belum tentu disertai dengan pembangunan. Pada tingkat permulaan mungkin saja pembangunan ekonomi selalu dibarengi pertumbuhan atau sebaliknya. Pertumbuhan ekonomi hanya mencatat peningkatan produksi barang dan jasa secara nasional, sedangkan pembangunan ekonomi memiliki dimensi kualitatif yang jauh lebih luas daripada hanya sekedar peningkatan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan selalu disertai pergerakan “ke atas” seluruh sistem sosial, pertumbuhan yang disertai perubahan (growth with change), terlebih pada aspek perubahan nilai dan kelembagaan.

Konsep inilah yang akhirnya menjadi pemacu sekaligus pemicu munculnya paradigm baru dalam pembangunan ekonomi. Paradigma baru dalam pembangunan yang dimaksud adalah pertumbuhan dengan distribusi, kebutuhan pokok (basic needs), pertumbuhan berkesinambungan dan kemandirian ekonomi (sustained growth and self-reliance), pembangunan berkesinambungan dengan perhatian terhadap alam (ecodevelopment), pembangunan yang memperhatikan ketimpangan pendapatan menurut etnis (ethnodevelopment). Sehingga bisa dikatakan bahwa pembangunan harus dilihat sebagai sebuah proses yang multidimensi yang mencakup tidak hanya pembangunan ekonomi, namun juga mencakup perubahan fitur-fitur utama dalam struktur sosial, perilaku dan kelembagaan.

Indikator-indikator kunci pembangunan yang membedakan antara negara maju dengan negara yang sedang berkembang pada dasarnya dapat diklasifikasikan ke dalam: (1) indikator ekonomi, yaitu: GNP per kapita, laju pertumbuhan ekonomi, GDP per kapita dengan Purchasing Power Parity, (2) indikator sosial meliputi HDI (Human Development Index) dan PQLI (Physical Quality Life Index) atau Indeks Mutu Hidup.

Nilai manfaat yang dapat diperoleh dari pembangunan ekonomi setidaknya adalah meningkatkan kesejahteraan penduduk menjadi lebih baik; memberikan sejumlah alternatif pilihan yang lebih luas, karena dengan pembangunan ekonomi akan tersedia pilihan alternatif barang dan jasa dalam jumlah yang lebih banyak untuk pemuas kebutuhan, memiliki banyak kesempatan untuk hidup bersenang senang, serta pemenuhan kebutuhan hidupnya; memungkinkan bagi setiap orang untuk mampu memikirkan lebih banyak sifat-sifat kemanusiaan karena semakin banyaknya sarana yang tersedia; serta memberikan kemampuan yang lebih besar kepada manusia untuk menguasai alam, dan akan dapat mempertinggi kebebasan tiap individu untuk mengadakan suatu tindakan tertentu.

sumber gambar: http://ikubarunovryan.blogspot.com/2013/05/pertumbuhan-dan-pembangunan-ekonomi.html.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar