Tanggapan
dan Pendapat Terhadap Koperasi
Koperasi bertujuan untuk menjadikan kondisi sosial dan ekonomi anggotanya lebih
baik dibandingkan sebelum bergabung dengan Koperasi.
tetapi sulit merubah keyakinan
masyarakat bahwa kondisi ‘buram’ perkoperasian hanyalah sebab-sebab bukan
gejala umum. Keadaan ini jangan dibiarkan
berlama-lama dan mengakar terlalu jauh dalam persepsi masyarakat.
Banyak masalah-masalah
yang menyebabkan kondisi perkoperasian menjadi sulit berkembang dan
mengakibatkan kurang baiknya kondisi koperasi itu sendiri, antara lain :
- Manajemen pengelolaan yang kurang profesional
Manajemen koperasi yang kurang
berkembang diantaranya disebabkan oleh kurang apiknya pengelolaan oleh sumber
daya manusia yang kurang begitu kompeten dalam menghadapi kemajuan zaman dan
teknologi. Manusia sekarang memang kurang memahami apa arti manajemen itu sendiri,
oleh karnanya hampir dalam segala aspek dan bidang terutama koperasi tidak
dapat terorganisir antara pekerjaan yang satu dengan yang lain, serta kurang
terorganisir juga hubungan antara atasan dengan anggota dibawahnya. Solusi yang
tepat dalam menangani masalah ini adalah dengan cara lebih memerhatikan para
anggota dalam melakukan segala tindak pekerjaannya, serta dengan cara
memberikan penyuluhan secara rutin kepada anggota pada kurun waktu yang sama.
- Demokrasi ekonomi yang kurang
Dalam arti kata demokrasi ekonomi
yang kurang ini dapat diartikan bahwa masih ada banyak koperasi yang tidak
diberikan keleluasaan dalam menjalankan setiap tindakannya. Setiap koperasi
seharusnya dapat secara leluasa memberikan pelayanan terhadap masyarakat, karena
koperasi sangat membantu meningkatkan tingkat kesejahteraan rakyat oleh segala
jasa – jasa yang diberikan, tetapi hal tersebut sangat jauh dari apa ayang kita
piirkan. Keleluasaan yang dilakukan oleh badan koperasi masih sangat minim,
dapat dicontohkan bahwa KUD tidak dapat memberikan pinjaman terhadap masyarakat
dalam memberikan pinjaman, untuk usaha masyarakat itu sendiri tanpa melalui
persetujuan oleh tingkat kecamatan dll. Oleh karena itu seharusnya koperasi
diberikan sedikit keleluasaan untuk memberikan pelayanan terhadap anggotanya
secara lebih mudah, tanpa syarat yang sangat sulit.
- Kelembagaan koperasi
Sejumlah
masalah kelembagaan koperasi yang memerlukan langkah pemecahan di masa
mendatang meliputi hal-hal:
1) Kelembagaan
koperasi beum sepenuhnya mendukung gerak pengembangan usaha. Hal ini disebabkan
adanya kekuatan, struktur dan pendekatan pengembangan kelembagaan yang kurang
memadai bagi pengembangan usaha. Mekanismenya belum dapat dikembangkan secara
fleksibel untuk mendukung meluas dan mendalamnya kegiatan usaha koperasi. Aspek
kelembagaan yang banyak dipermasalahahkan antara lain adalah daerah kerja,
model kelembagaan koperasi produksi, koperasi konsumsi dan koperasi jasa, serta
pemusatan koperasi. 2) Alat perlengkapan organisasi koperasi belum sepenuhnya
berfungsi dengan baik. Hal ini antara lain disebabkan oleh: a) Pengurus dan
Badan Pemeriksa (BP) yang terpilih dalam rapat anggota serta pelaksana usaha
pada umumnya tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, sehingga
kurang mampu untuk melaksanakan pengelolaan organisasi, manajemen dan usaha
dengan baik, serta kurang tepat dalam menanggapi perkembangan nngkungan. b)
Mekanisme hubungan dan pembagian kerja antara Pengurus, Badan Pemeriksa dan
Pelaksana Usaha (Manajer) masih belum berjalan dengan serasi dan saling
mengisi. c) Penyelenggaraan RAT koperasi masih belum dapat dilakukan secara
tepat waktu dan dirasakan masih belum sepenuhnya menampung kesamaan kebutuhan,
keinginan dan kepentingan dari pada anggotanya.
Di tengah berbagai pendapat ‘miring’ masyarakat terhadap koperasi tetapi tidak
semua koperasi berada dalam kondisi yang kurang baik, beberapa dari sekian
banyak koperasi dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
koperasi sebagai lembaga yang mampu menjalankan suatu kegiatan usaha yang tidak
dilakukan oleh lembaga lain. Kegiatan usaha ini misalnya pelayanan
kebutuhan keuangan atau perkreditan, dengan prosedur yang sederahana dan
singkat.
- koperasi mampu menjangkau kebutuhan karena berada di tengah-tengah masyarakat. Jenis usaha yang dilakukan koperasi mudah diadaptasikan dengan kebutuhan anggota karena adanya interaksi dan komunikasi yang intens.
- koperasi menjadi organisasi yang dimiliki oleh anggotanya. Rasa memilki ini dinilai telah menjadi faktor utama yang menyebabkan koperasi mampu bertahan pada berbagai kondisi sulit, yaitu dengan mengandalkan loyalitas anggota dan kesediaan anggota untuk bersama-sama koperasi menghadapi kesulitan tersebut.
Kehadiran koperasi tidak semata sebagai lembaga yang mampu memberikan layanan
kebutuhan masyarakat. Kehadiran koperasi seperti untuk meningkatkan kekuatan
penawaran (bargaining positition), peningkatan skala usaha bersama, pengadaan
pelayanan yang selama ini tidak ada, serta pengembangan kegiatan lanjutan
(pengolahan, pemasaran, dan sebagainya) dari kegiatan anggota.
Alasan lain adalah karena adanya
peluang untuk mengembangkan potensi usaha tertentu (yang tidak berkaitan dengan
usaha anggota) atau karena memanfaatkan fasilitas yang disediakan pihak lain
(pemerintah) yang mensyaratkan kelembagaan koperasi, sebagaimana bentuk praktek
pengembangan koperasi yang telah dilakukan selama ini. Namun alasan lain yang
sebenarnya juga sangat potensial sebagai sumber perkembangan koperasi, seperti
alasan untuk memperjuangkan semangat kerakyatan dan demokratisasi. Praktek
demokrasi ekonomi melalui koperasi merupakan wadah pembelajaran dan sekaligus
sosialisasi kultur demokrasi. Bersamaan dengan pembaruan praktek berkoperasi,
perlu terus menerus digulirkan wacana untuk 'melawan' upaya-upaya mereduksi
koperasi koperasi yang diposisikan sebagai hal yang berkaitan dengan teknis
managemen organisasi ekonomi guna memperoleh keuntungan sebesar-besarnya.
Koperasi adalah sosial ekonomi yakni bagaimana bekerja sama agar masyarakat
menjadi lebih sejahtera, lebih makmur, dan lebih adil, bukan sekedar masyarakat
yang lebih efisien (melalui persaingan/kompetisi) yang ekonominya tumbuh cepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar