Cara menyampaikan presentasi yang baik dan menarik
1. Latihan pernafasan
Atur
nafas dengan baik dan pastikan Anda mengetahui cara mengambil nafas saat sedang
menyampaikan kalimat yang cukup panjang sehingga pembicaraan tidak terputus.
2. Latihan presentasi dengan orang yang Anda kenal
Dengan
melakukan latihan akan memberikan Anda keyakinan terhadap materi yg hendak
disampaikan. Berlatih didepan sekumpulan orang yang Anda kenal seperti anggota
keluarga atau teman dengan minimal 3 orang. Dan setelah melakukan presentasi
didepan mereka, tanyakan kepada mereka kelebihan dan kekurangan dari presentasi
yang Anda lakukan; setelah itu coba perbaiki kekurangan yg ada.
3. Kenali situasi sekitar
Baca
situasi tempat dan acara di mana Anda melakukan presentasi, Apakah menggunakan
mikrofon, audio visual seperti proyektor karena semakin baik Anda menguasai
lingkungan sekitar maka konsentrasi dapat lebih fokus saat memberikan
presentasi.
4. Kenali pendengar (audience)
Terlepas
dari seberapa baik Anda menguasai topik presentasi namun jika orang-orang tidak
tertarik maka tidak akan berhasil. Ketahui siapa yang akan mendengarkan
presentasi setelah itu sesuaikan gaya komunikasi Anda dengan audiens. Jadi,
bedakan gaya bicara Anda saat harus berbicara dengan karyawan ataupun dengan
mahasiswa.
5. Menyesuaikan isi konten presentasi
Menyampaikan
antara apa yang Anda lakukan dan apa yang Anda bicarakan sering tidak mudah.
Tapi ingatlah bahwa ketika kita ingin berpresentasi untuk menarik perhatian
audiens pada bisnis Anda, tidak perlu terlihat (bersikap) seperti salesman.
Ingat
bahwa Anda mewakili presentasi dari bisnis atau produk Anda, jadi jika
menyampaikan presentasi yang mengesankan maka orang akan ingin tahu lebih
banyak. Jadi pastikan dalam slide powerpoint ataupun kertas bahan presenstasi
tercantum nama perusahaan, website, dan nomor telepon yang dapat dihubungi.
6. Terhubung dengan pendengar atau audience
Selalu
terhubung dengan pendengar dan jangan hanya terus menerus terpaku terhadap
kertas / layar yang Anda baca karena pendengar bisa mudah bosan. Menyampaikan
presentasi harus dilakukan dengan baik, teratur dan sesekali lakukan kontak
mata, bila perlu selingi dengan humor. Pastikan poin-poin penting tersampaikan
dengan singkat, padat dan jelas; lalu setelah presentasi selesai berikan
kesempatan bagi pendengar untuk bertanya.
7. Menggunakan Cerita
Cerita memang memiliki daya tarik tersendiri untuk merebut perhatian audiens. Tidak ada yang lebih kuat dari pada memulai presentasi dengan sebuah cerita yang mengilustrasikan pesan pokok Anda.
Terlebih jika cerita yang Anda sampaikan bersinggungan langsung dengan kehidupan Anda dan memiliki relevansi yang kuat dengan tema atau topik presentasi yang Anda sampaikan
8. Mengajukan pertanyaan
Mengajukan pertanyaan adalah cara yang baik untuk melibatkan audiens di menit-menit awal presentasi. Karena dengan sebuah pertanyaan akan merangsang audiens untuk berpikir. Secara cepat akan terjadi hubungan di sini antara Anda dengan audiens.
Dalam hal ini ada dua jenis pertanyaan yang bisa Anda ajukan.
Pertama adalah dengan mengajukan pertanyaan biasa yaitu sebuah pertanyaan yang memerlukan jawaban dari audiens.
Kedua dengan mengajukan pertanyaan retoris yaitu sebuah pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban dari audiens. Sifat dari pertanyaan ini adalah untuk merangsang audiens untuk berpikir atau merasakan sesuatu.
9. Menunjukkan Manfaat
Menunjukkan sebuah manfaat secara singkat yang bisa menggambarkan keuntungan nyata yang akan didapat oleh audiens, juga merupakan alternatif pembukaan yang kuat. Dengan mengetahui keuntungan yang akan diterima, maka sangat sulit bagi audiens menolak presentasi Anda.
Dalam hal ini coba pikirkan keuntungan apa yang akan diperoleh audiens setelah medengarkan presentasi Anda. Tapi, ingat jangan terlalu luas, maksimal 3 manfaat saja. Tapi ketiga-tiga adalah manfaat yang pasti benar-benar akan audiens dapatkan
10. Menunjukkan Data
Sebuah data atau statistik memang sering membosankan bagi audiens, namun jika digunakan dengan benar data bisa sangat efektif untuk membuka presentasi Anda.
Dengan data yang akurat maka pesan Anda tidak bisa dibantah. Ini akan menjadikan audiens memahami betapa pentingnya apa yang Anda bicarakan.
Jika Anda dapat menyajikan sesuatu yang sangat besar dan sangat penting menggunakan data, maka sulit bagi audiens Anda untuk mengabaikannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar