DAMPAK PENGANGGURAN DIINDONESIA
Pengertian Pengangguran
Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64
tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak
sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolah SMP, SMA,
mahasiswa perguruan tinggi, dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal
tidak/belum membutuhkan pekerjaan. Setengah Pengangguran adalah bagian dari
angkatan kerja yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam
seminggu). Setengah pengangguran dibagi menjadi dua kelompok : Setengah
Penganggur Terpaksa, yaitu mereka yang bekerja dibawah jam kerja normal dan
masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan lain. Setengah
Penganggur Sukarela, yaitu mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal tetapi
tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain, misalnya
tenaga ahli yang gajinya sangat besar.
2. Perkembangan Masalah Pengangguran di Indonesia
2. Perkembangan Masalah Pengangguran di Indonesia
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
(Kemenakertrans) Muhaimin Iskandar menargetkan penurunan angka pengangguran di
Indonesia. Penurunan tersebut hingga mencapai kisaran 5,5- S, 8 persen, pada
akhir 2013. Perkiraan tingkat pengangguran di level 5,5 persen–5,8 persen pada
tahun 2013, cukup realitas dengan asumsi pertumbuhan ekonomi di kisaran 6,8
persen-7,2 persen. Dimana setiap satu persen pertumbuhan ekonomi dapat menciptakan
lebih dari 350.000 kesempatan kerja. “Pemerintah terus berupaya untuk membuka
lapangan pekerjaan baru baik di bidang formal maupun informal. Salah satu
solusi untuk menekan angka pengangguran adalah dengan menggelar Gerakan
Penanggulangan Pengangguran (GPP) di seluruh Indonesia," Kata Muhaimin
dalam keterangan pers di Jakarta pada Jumat (28/6/2013). Pemerintah
memprioritaskan penciptaan lapangan pekerjaan baik formal maupun informal.
Serta upaya penciptaan lapangan kerja (Job Creation), yang dipadukan dengan
program aksi pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan kesempatan kerja yang
lebih luas. Salah satu kebijakan lainnya yang diambil adalah, menyelenggarakan
Program Aksi Gerakan Penanggulangan Pengangguran (GPP) di berbagai daerah di
Indonesia. Hal tersebut dimaksudkan agar angka pengangguran dapat turun menjadi
5,1 persen pada tahun 2014. “Meskipun kondisi ketenagakerjaan di Indonesia
semakin membaik dari tahun ke tahun, namun upaya untuk membuka lapangan kerja
baru dan mengurangi angka pengangguran terus dilakukan secara intensif,"
paparnya. Pemerintah optimis dapat menurunkan angka pengangguran secara
bertahap. Namun diperlukan suatu komitmen yang diimplementasikan dalam bentuk
usaha yang serius dari seluruh kalangan yakni instansi pemerintah, dunia usaha
dan seluruh komponen masyarakat untuk mengatasi pengangguran yang dilakukan
secara terencana, terkoordinasi, terpadu dan berkesinambungan. "Salah
satunya adalah dengan meningkatkan SDM dengan membangun kompetensi tenaga kerja
yang memiliki daya saing guna perluasan kesempatan kerja. Yang lebih utama lagi
bagimana kita dapat mengembangkan jiwa kewirausahaan pada pencari kerja
tendidik," ungkapnya. Terbatasnya kesempatan kerja baru, serta tidak
adanya link and match antara kompetensi yang dimiliki tenaga kerja dengan pasar
kerja menjadi salah satu penyebab masalah tingginya tingkat pengangguran di
negeri ini. “Di sisi lain, di sektor formal, penciptaan lapangan kerja baru
membutuhkan kehadiran investor untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan
meningkatnya produktivitas kerja. Oleh karena itu, hubungan industrial yang
kondusif dan harmonis menjadi syarat agar investor tertarik dan membuka
investasi baru,” tegasnya. Sekedar diketahui berdasarkan data Badan Pusat
Statistik (BPS), tingkat pengangguran per-Februari 2013 adalah 7,17 juta orang
(5,92 persen) , dari jumlah angkatan kerja di Indonesia yang mencapai 121,2
juta orang.
3. Faktor-faktor penyebab pengangguran Faktor penyebab adanya pengangguran, diantaranya:
3. Faktor-faktor penyebab pengangguran Faktor penyebab adanya pengangguran, diantaranya:
a. Penduduk yang relatif banyak.
b. Pendidikan dan keterampilan yang
rendah.
c. Angkatan kerja yang tidak dapat
memenuhi persyaratan yang diminta dunia kerja.
d. Teknologi yang semakin modern.
e. Pengusaha yang selalu mengejar keuntungan
dengan cara melakukan penghematan.
f. Lingkungan yang kurang memadai.
g. Adanya lapangan kerja yang dengan
dipengaruhi musim.
4. Dampak
pengangguran terhadap perekonomian di Indonesia
Pengangguran
atau tuna karya adalaha istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali,
sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau
seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Hal ini
merupakan salah satu permasalahan dalam ekonomi yang paling sulit diselesaikan
sampai detik ini, apalagi untuk Negara-negara berkembang seperti Indonesia.
Bila kita lihat dari tahun ke tahun, jumlah pengangguran justru makin banyak
bukannya makin sedikit. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi yang
sudah ada tidak sanggup untuk menciptakan kesempatan kerja yang lebih cepat
dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk yang makin pesat. Berikut ini
adalah beberapa penyebab yang menyebabkan menjamurnya para penganggur di
Indonesia. Penduduk yang relatif banyak. Semakin banyaknya jumlah penduduk di
Indonesia, tentunya membawa dampak yang tidak baik bagi kehidupan social.
Kepadatan penduduk ini juga akan berdampak pada pertambahan jumlah
pengangguran. Pendidikan dan keterampilan yang rendah. Syarat seseorang untuk
bisa dengan mudahnya memperoleh pekerjaan tentunya harus dimodali dengan
pendidikan dan keterampilan yang bagus. Kalau tidak, jangan harap kita bisa
dapat pekerjaan yang layak. Bayangkan saja begitu banyaknya lulusan-lulusan
SMP, SMA maupun perguruan tinggi lainnya di tiap tahunnya, hanya yang berbibit
unggullah yang kelak akan menghiasi dunia pekerjaan. Angkatan kerja tidak dapat
memenuhi persyaratan yang diminta dunia kerja. Sama halnya dengan poin kedua,
ketidakterpenuhinya persyaratan yang diminta dunia kerja seperti pendidikan dan
keterampilan yang bagus hanya akan menambahi jumlah pengangguran di Indonesia.
Bahkan tak jarang kompetensi pencari kerja yang tidak sesuai dengan pasar
kerja. Terbatasnya lapangan kerja yang ada. Laju pertumbuhan penduduk yang
tinggi dan lulusan yang banyak sekali tiap tahunnya sayangnya tidak diimbangi
dengan banyaknya lapangan pekerjaan yang disediakan. Hal ini menyebabkan
semakin banyaknya pengangguran.· Teknologi yang semakin modern. Di era
globalisasi ini, teknologi sudah sulit dijauhkan dalam kehidupan sehari-hari
kita. Kehadirannya begitu penting. Suatu pekerjaan akan lebih cepat selesai,
akurat, dan efisien dengan menggunakan teknologi. Biaya yang dikeluarkan pun sedikit
lebih menguntungkan dibandingkan dengan menyerap tenaga kerja yang banyak namun
tidak efisien dalam waktu pengerjaan. Pengusaha yang selalu mengejar keuntungan
dengan menerapkan sistem pegawai kontrak (outsourcing). Perusahaan-perusahaan
saat ini lebih sering menerapkan sistem tersebut karena dinilai lebih
menguntungkan mereka. Apabila mempunyai pegawai tetap, mereka akan dibebankan
pada biaya tunjangan ataupun dana pension kelak ketika pegawai sudah tidak lagi
bekerja. Namun dengan sistem pegawai kontrak ini, mereka bisa seenaknya
mengambil pegawainya ketika butuh atau sedang ada proyek besar dan kemudian
membuangnya lagi setelah proyek tersebut sudah berakhir. Dan tentunya hal ini
akan membuat perusahaan tidak perlu membuang biaya besar. Namun sistem ini
membuat munculnya pengangguran Adanya pemutusan kerja dari perusahaan biasanya
disebabkan antara lain; perusahaan yang menutup atau mengurangi bidang usahanya
akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif; peraturan yang
menghambat inventasi; hambatan dalam proses ekspor impor, dan lain-lain. Bisa
juga dikarenakan perusahaan yang bangkrut disebabkan oleh karena kredit macet
atau tidak mampu mengangsur pinjaman Bank. Kredit macet disebabkan oleh krisis
ekonomi yang melanda bangsa ini sejak tahun 1997. Krisis ekonomi disebabkan
oleh krisis moneter (melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS). Krisis moneter
disebabkan oleh rusaknya ekonomi Indonesia. Kerusakan ekonomi ini disebabkan
oleh adanya mental korup, kolusi dan nepotisme (KKN) yang menggurita dan
sistematik pada semua lembaga negara dan swasta. Budaya KKN ini disebabkan oleh
pemerintahan yang kotor (tidak bersih). Masih bisa dicari lagi sebab-sebabnya
misalnya dekadensi (kemerosotan moral). Sehingga erat sekali hubungan antara
penganggursan dengan bagaimana keadaan perekonomian suatu Negara. Pemulangan
TKI ke Indonesia. TKI yang bermasalah di luar negeri sehingga harus di
deportasi ke daerah asalnya tentunya hanya akan menambah daftar panjang para
penganggur di Indonesia. Padahal sebenarnya diharapkan TKI tersebut dapat
membantu pemerintah mengurangi jumlah pengangguran di negeri ini dan menambah
devisa Negara. Angkatan kerja disuatu daerah mungkin saja lebih besar dari
kesempatan kerja, sedangkan di daerah lainnya dapat terjadi keadaan sebaliknya.
Keadaan tersebut dapat mengakibatkan perpindahan tenaga kerja dari suatu daerah
ke daerah lain, bahkan dari suatu negara ke negara lainnya.
Tentunya
permasalahan ini akan membawa dampak yang buruk bagi kestabilan perekonomian
Negara. Dan dampak-dampak negatif lainnya diantaranya:
a) Timbulnya
kemiskinan. Dengan menganggur, tentunya seseorang tidak akan bisa memperoleh
penghasilan. Bagaimana mungkin ia bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Seseorang dikatakan miskin apabila pendapatan perharinya dibawah Rp 7.500
perharinya (berdasarkan standar Indonesia) sementar berdasarkan standar
kemiskinan PBB yaitu pendapatan perharinya di bawah $2 (sekitar Rp 17.400
apabila $1=Rp 8.700).
b) Makin beragamnya tindak pidana kriminal.
Seseorang pasti dituntut untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam hidupnya terutama
makan untuk tetap bisa bertahan hidup. Namun seorang pengangguran dalam keadaan
terdesak bisa saja melakukan tindakan criminal seperti mencuri, mencopet,
jambret atau bahkan sampai membunuh demi mendapat sesuap nasi.
c)
Bertambahnya jumlah anak jalanan, pengemis, pengamen, perdagangan anak dan
sebagainya. Selain maraknya tindak pidana krimanal, akan bertambah pula para
pengamen atau pengemis yang kadang kelakuannya mulai meresahkan warga. Karena
mereka tak segan-segan mengancam para korban atau bisa melukai apabila tidak
diberi uang.
d) Terjadinya kekacauan sosial dan politik
seperti terjadinya demonstrasi dan perebutan kekuasaan.
e) Terganggunya
kondisi psikis seseorang. Misalnya, terjadi pembunuhan akibat masalah ekonomi,
terjadi pencurian dan perampokan akibat masalah ekonomi, rendahnya tingkat
kesehatan dan gizi masyarakat, kasus anak-anak terkena busung lapar.
Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat
kemakmuran yang dicapainya. Hal ini terjadi karena pengangguran bisa
menyebabkan pendapatan nasional rill (nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih
rendah dapipada pendapatan potensial (yang seharusnya) oleh karena itu,
kemakmuran yang dicapai oleh masyarakat pun akan lebih rendah. Pengangguran
akan menyebabkan pendapatan nasional dari sektor pajak berkurang. Hal ini
terjadi karena pengangguran yang tinggi akan menyebabkan kegiatan perekonomian
menurun sehingga pendapatan masyarakat pun akan menurun. Dengan demikian pajak
yang harus diterima dari masyarakat pun akan menurun.Jika penerimaan pajak
menurun, dana untuk kegiatan ekonomi pemerintaha pun akan berkutang sehingga
kegiatan pembangunan pun akan terus menurun. Pengangguran tidak menggalakkan
pertumbuhan ekonomi. Adanya pengangguran akan menyebabkan daya beli masyarakat
akan berkurang sehingga permintaan terhadap barang-barang produksi akan
berkuran. Keadaan demikian tidak merangsang kalangan Investor (pengusaha) untuk
melakukan perluasan atau pendirian industri baru. Dengan demikian tingkat
investasi menurun sehingga pertumbuhan ekonomipun tidak akan terpacu.
5. Solusi
Mengatasi Pengangguran
Pengangguran dapat dihambat pertumbuhannya
dengan melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut: Memperluas dan membuka
lapangan pekerjaan. Salah satunya bisa diwujudkan dengan memberdayakan sektor
informal padat karya, home industry. Menciptakan pengusaha-pengusaha baru.
Diharapkan dengan demikian para lulusan sekolah ataupun perguruan tinggi tidak
hanya memiliki tujuan sebagai pegawai saja, namun lebih baik apabila mereka
membuat usaha-usaha yang dapat menyerap tenaga kerja sehingga dengan demikian
membantu pemerintah dalam mengatasi jumlah pengangguran yang kian banyak. Dan
bisa kita lihat akhir-akhir ini, sudah banyak sekali lulusan muda berbakat yang
sukses melakukan kegiatan usaha. Mengadakan bimbingan, penyuluhan dan
keterampilan tenaga kerja, menambah keterampilan, dan meningkatkan pendidikan.
Segera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sector yang kelebihan
ke tempat atau sector ekonomi yang kekurangan Kebijakan-kebijakan yang
dilakukan pemerintah Pemerintah memberikan bantuan wawasan, pengetahuan dan
kemampuan jiwa kewirausahaan kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berupa
bimbingan teknis dan manajemen memberikan bantuan modal lunak jangka panjang,
perluasan pasar. Serta pemberian fasilitas khusus agar dapat tumbuh secara
mandiri dan andal bersaing di bidangnya.Mendorong terbentuknya kelompok usaha
bersama dan lingkungan usaha yang menunjang dan mendorong terwujudnya pengusaha
kecil dan menengah yang mampu mengembangkan usaha, menguasai teknologi dan
informasi pasar dan peningkatan pola kemitraan UKM dengan BUMN, BUMD, BUMS dan
pihak lainnya. Segera melakukan pembenahan, pembangunan dan pengembangan
kawasan-kawasan, khususnya daerah yang tertinggal dan terpencil sebagai
prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. Ini akan
membuka lapangan kerja bagi para penganggur di berbagai jenis maupun tingkatan.
Harapan akan berkembangnya potensi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI) baik potensi sumber daya alam, sumber daya manusia. Segera membangun lembaga
sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. Seperti PT Jaminan Sosial
Tenaga Kerja (PT Jamsostek) Dengan membangun lembaga itu, setiap penganggur di
Indonesia akan terdata dengan baik dan mendapat perhatian khusus. Secara teknis
dan rinci. Segera menyederhanakan perizinan dan peningkatan keamanan karena
terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal
Asing maupun Penanaman Modal Dalam Negeri. Hal itu perlu segera dibahas dan
disederhanakan sehingga merangsang pertumbuhan iklim investasi yang kondusif
untuk menciptakan lapangan kerja. Mengembangkan sektor pariwisata dan
kebudayaan Indonesia (khususnya daerah-daerah yang belum tergali potensinya)
dengan melakukan promosi-promosi keberbagai negara untuk menarik para wisatawan
asing, mengundang para investor untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan dan
pengembangan kepariwisataan dan kebudayaan yang nantinya akan banyak menyerap
tenaga kerja daerah setempat. Melakukan program sinergi antar BUMN atau BUMS
yang memiliki keterkaitan usaha atau hasil produksi akan saling mengisi
kebutuhan. Dengan sinergi tersebut maka kegiatan proses produksi akan menjadi
lebih efisien dan murah karena pengadaan bahan baku bisa dilakukan secara
bersama-sama. Contoh, PT Krakatau Steel dapat bersinergi dengan PT. PAL
Indonsia untuk memasok kebutuhan bahan baku berupa pelat baja. Dengan
memperlambat laju pertumbuhan penduduk (meminimalisirkan menikah pada usia
dini) yang diharapkan dapat menekan laju pertumbuhan sisi angkatan kerja baru
atau melancarkan sistem transmigrasi dengan mengalokasikan penduduk padat ke
daerah yang jarang penduduk dengan difasilitasi sektor pertanian, perkebunan
atau peternakan oleh pemerintah. Menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang
akan dikirim ke luar negeri. Perlu seleksi secara ketat terhadap pengiriman TKI
ke luar negeri. Sebaiknya diupayakan tenaga-tenaga terampil. Hal itu dapat
dilakukan dan diprakarsai oleh Pemerintah Pusat dan Daerah. Segera harus
disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). Sistem
pendidikan dan kurikulum sangat menentukan kualitas pendidikan yang
berorientasi kompetensi. Karena sebagian besar para penganggur adalah para
lulusan perguruan tinggi yang tidak siap menghadapi dunia kerja. Segera
mengembangkan potensi kelautan dan pertanian. Karena Indonesia mempunyai letak
geografis yang strategis yang sebagian besar berupa lautan dan pulau-pulau yang
sangat potensial sebagai negara maritim dan agraris. Potensi kelautan dan
pertanian Indonesia perlu dikelola secara baik dan profesional supaya dapat
menciptakan lapangan kerja yang produktif. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah
satu indikator yang amat penting dalam menilai kinerja suatu perekonomian,
terutama untuk melakukan analisis tentang hasil pembangunan ekonomi yang telah
dilaksanakan suatu negara atau suatu daerah. Ekonomi dikatakan mengalami
pertumbuhan apabila produksi barang dan jasa meningkat dari tahun sebelumnya.
Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi menunjukkan sejauh mana aktivitas
perekonomian dapat menghasilkan tambahan pendapatan atau kesejahteraan
masyarakat pada periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi suatu negara atau suatu
wilayah yang terus menunjukkan peningkatan, maka itu menggambarkan bahwa
perekonomian negara atau wilayah tersebut berkembang dengan baik. Namun
tentunya dengan jumlah pengangguran yang terus membengkak akan menghambat laju
pertumbuhan ekonomi suatu Negara. Dan hal ini tentunya tidak bisa didiamkan
terus menerus, pemerintah harus tanggap dalam menghadapi masalah perekonomian
yang paling kronis ini.
1. Kesimpulan Dari data dan dapat disimpulkan bahwa :
1. Kesimpulan Dari data dan dapat disimpulkan bahwa :
1. Faktor penyebab pengangguran
adalah sebagai berikut :
a. Penduduk yang relatif banyak.
b. Pendidikan dan keterampilan yang
rendah.
c. kerja.
d. Teknologi yang semakin modern.
e. penghematan.
f. Lingkungan yang kurang memadai.
g. Adanya lapangan kerja yang dengan
dipengaruhi musim.
2. Dampak
dari adanya pengangguran adalah sebagai berikut :
a. Timbulnya
kemiskinan.
b. Makin
beragamnya tindak pidana kriminal.
c.Terganggunya
kondisi fsikis seseorang.
3. Solusi
mengatasi Pengangguran diantaranya:
a.
Memperluas dan membuka lapangan pekerjaan.
b.
Menciptakan pengusaha-pengusaha baru.
c.
Memperdalam ilmu pengetahuan selain bidang yang digeluti.
d.
Mengadakan pendidikan gratis bagi masyarakat yang kurang mampu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar